Web Toolbar by Wibiya Data Stat: Teori Dasar Komunikasi

Showing posts with label Teori Dasar Komunikasi. Show all posts
Showing posts with label Teori Dasar Komunikasi. Show all posts

Monday, June 23, 2014

Attribution Theory By Fritz Heider

BACKGROUND THEORY 
At first, the beginning, the theory raised by Fritz Heider was born. Heider research how the creation of personal relationships he describes in the book: The Psychology of Interpersonal Relations, published in 1958. Heider In the book accompanying concept he calls "common-sense" or "naive" psychology. Heider believes that a person's actions berdasarkaan their beliefs. Heider convey the basic idea, that people try to find whether a motivation of an observed behavior is caused by situational characteristics or personal. So the concept of "causal attribution" - As time goes on Heider's theory evolved. This theory was developed by E.E. Jones and K.E.Davis (1965) and expanded and clarified by H.H.Kelley (1979). 

PRINCIPLES THEORY 
Attribution is one conclusion as to the cause of an event, the cause of other people's behavior, and the behavior it self. Attribution theory is concerned with the procedures in which people explain the behavior and motivations of others. 

Continue read -->

Self Theory By Carl Rogers

BACKGROUND 
This in theory instigated by Carl Rogers, Rogers was a famous writer, Carl Rogers was born on January 08, 1902, in the park, Illinois, a Chicago suburb. The emergence of this theory based on his experience as a therapist who had for years and examine the development of a person's personality based on its customers. 

ESSENCE 
Self theory of bases on the assumption that "human beings are a perfect contrast to other creatures, where humans can accept all the experiences that exist at the time given, whether conscious or unconscious." (Rogers, 1959). Every human being living in the world of personal experience in which he (the I, me, or myself the I, me, or my self) into the center. (Carl Rogers) Humans also evolved to find his true identity. (Hall & Lindzey, 1985; Rogers, 1959). 

continue read -->

Thursday, June 12, 2014

Labeling Theory by Howard Becker (1963) ( Teori Pelabelan / Pemberian Label )

Background Theory: 
Labeling was first recognized about 1930 by a man named Frank Tannenbaum. He noted how people often perceive the offense as a crime (Stebbins, 1996; 28). 

Becker's theory evolved during a period of political and social power struggle that has been implicated. Becker utilize the liberal influence of labeling theory Lemert and adjust the theoretical background and the interaction of its symbols. 

Essence Theory: 
Labeling is the process of labeling someone. The label is a definition of when a person will be given to the identity of the person, and explain how people with her type....
Read More >>>

Uses And Gratifications Theory By Elihu Katz (1959) (Teori Penggunaan dan Gratifikasi)

BACKGROUND 
Uses and gratifications theory was first stated by Elihu Katz (1959) as a reaction to Bernand Berelson stating that research on the effects of mass media communication is considered to be dead. who began the study of life is an attempt to answer the question "what do people do with the media?" because the use of the media is one way to meet the needs, then the effect of the media is now defined as a situation when need satisfaction is achieved. 

ESSENCE THEORY 
Uses and gratifications theory is not interested in what the media does to themselves but are interested in what people do to the media.....
Read More >>>

The Theory of Independent Mindedness By Gorden and Infante ( Teori Kebebasan Berfikir)

BACKGROUND 
That makes this theory into organizational communications initiated and developed by Gorden and Infante. The formation of this theory is based on the tendency of Americans people to have their own thoughts and opinions and passive in accepting the opinions and suggestions of others. 

ASSUMPTION 
Assumption of Independent Mindedness theory generates an impetus for an employee who has a tendency to express misunderstandings in the opinion. ...
Read More >>>

Interpersonal Deception Theory By David Buller and Judee Burgoon (Teori Interpersonal Deceptions)

Interpersonal Deception Theory (IDT) can explain the influence of the detector active fraudsters who communicate with a variety of motives, be kind, where the communication behavior reciprocally influence each other to produce a movement sequence and the same goal, and communication is affected by situation where the lie began to be known.

Basically people are always trying to deceive others, therefore every human being must be dealing with the same thing. When we do something for others then we will experience the consequences sama.Ketika thing you face the fact that you just lied to someone, you can feel very hurt.

ASSUMPTION 
Assumptions about Interpersonal Deception Theory (IDT) is ....

Read More >>>

Monday, December 26, 2011

Fungsi dan Tujuan Komunikasi


Fungsi adalah potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan tertentu. Komunikasi sebagai ilmu, seni, dan lapangan kerja sudah tentu memiliki fungsi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Untuk memahami fungsi komunikasi kita perlu memahami lebih dulu tipe komunikasinya. Komunikasi dengan diri sendiri berfungsi untuk mengembangkan kreativitas imajinasi, memahami dan mengendalikan diri, serta meningkatkan kematangan berfikir sebelum mengambil keputusan. Melalui komunikasi dengan diri sendiri, orang akan dapat berpiir dan mengendalikan diri bahwa apa yang diinginkan mungkin saja tidak menyenangkan orang lai, .jadi komunikasi dengan diri sendiri dapat meningkatkan kematangan berpikir sebelum menarik keputusan. Ini merupakan proses internal yang dapat membantu dalam menyelesaikan suatu masalah.
Adapun fungsi komunikasi antarpribadi adalah berusaha meningkatkan hubungan insane (human relations), menghindari dan mengatasi konflik konflik pribadi, mengurangi ketidakpastian sesuatu, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Komunikasi antarpribadi dapat meningkatkan hubungan kemanusiaan di antara pihak-pihak yang berkomunikasi. Dalam hidup bermasyarakat seseorang bisa memperoleh kemudahan-kemudahan dalam hidupnya karena memiliki banyak sahabat.
Komunikasi publik berfungsi untuk menumbuhkan semangat kebersamaan (solidaritas), mempengaruhi orang lain, member informasi, mendidik dan menghibur. Komunkasi massa, berfungsi untuk menyebarluaskan informasi, meratakan pendidikan, merangsang pertumbuhan ekoomi, dan menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang. Tetapi dengan perkembangan teknologi komuniaksi yang begitu cepat terutama dalam bidang penyiaran dan media pandang dengar (audiovisual), menyebabkan fungsi media massa elah mengalami banyak perubahan.
Adapun fungsi komunikasi secara umum adalah sebagai berikut:
1. Menyampaikan informasi (to inform)
2. Mendidik (to educate)
3. Menghibur (to entertaint)
4. Mempengaruhi (to influence)
Sedangkan tujuan komunikasi terbagi menjadi empat, yaitu:
1.        Mengubah sikap (to change the attitude)
Seperti telah dikemukakan sebelumnya, dalam pembahasan fungsi komunikasi, adalah mempengaruhi seseorang. Tahap selanjutnya setelah seseorang terpengaruh ia akan merubah sikapnya. Inilah salah satu tujuan komunikasi. Mengubah sikap seseorang menjadi suatu sikap yang diharapkan oleh si pemberi informasi.
2.        Mengubah opini / pendapat / pandangan ( to change the opinion )
Salah satu tujuan komunikasi adalah mengubah pendapat atau opini seseorang sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak tertentu.
3.        Mengubah perilaku ( to change the behaviour )
Mengubah perilaku seseorang sesuai dengan informasi yang telah diberikan sehingga berperilaku sesuai yang diharapkan oleh si pemberi informasi.
4.        Mengubah masyarakat ( to change the society )
Apabila dalam point di atas perilaku dititikberatkan lebih kepada individu, dalam point ini, perubahan dititikberatkan pada suatu kelompok yang bersifat lebih dari satu, bahkan lebih dari dua. Sehingga perubahan terjadi secara masal ( Effendy , 2003 : 55 ).

Proses Komunikasi


Laswell menghendaki agar komunikasi dijadikan objek studi ilmiah, bahkan setiap unsur diteliti secara khusus. Studi mengenai komunikator dinamakan control analysis yakni penelitian mengenai pers, radio, televisi, film, dan media lainnya (media analysis) yakni penyelidikan mengenai pesan (content analysis), komunikan (audience analysis) yakni studi khusus tentang penerima pesan, effect analysis merupakan penelitian mengenai efek atau dampak yang ditimbulkan oleh komunikasi. (Effendy, 2004:10) .
Adapun berdasarkan konteks dan tingkatan analisisnya, proses komunikasi dapat dibagi menjadi lima :
1.      Intra personal communication ( Komunikasi dalam diri pribadi ),
yaitu proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. Fokusnya adalah pada bagaimana jalannya proses pengolahan informasi yang dialami seseorang melalui sistem syaraf dan inderanya. Umumnya membahas mengenai proses pemahaman, ingatan, dan interpretasi terhadap simbol-simbol yang ditangkap melalui pancainderanya.
2.      Interpersonal communication ( Komunikasi antar pribadi ),
yaitu komunikasi antar perorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung (non-media) atau tidak langsung (media). Fokus teori ini adalah pada bentuk bentuk dan sifat hubungan, percakapan, interaksi dan karakteristik komunikator.
3.      Komunikasi kelompok.
fokus pada interaksi diantara orang-orang dalam kelompok kecil. Komunikasi kelompok juga melibatkan komunikasi antar pribadi, namun pembahasannya berkaitan dengan dinamika kelompok, efisiensi dan efektifitas penyampaian informasi dalam kelompok, pola dan bentuk interaksi serta pembuatan keputusan.
4.      Komunikasi Organisasi.
mengarah pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi formal dan informal. Pembahasan teori ini menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antar manusia, komunikasi dan proses pengorganisasiannya serta budaya organisasi.
5.      Komunikasi massa.
yaitu komunikasi melalui media massa yang ditujukan pada sejumlah khalayak yang besar. Proses komunikasi melibatkan keempat teori sebelumnya. Teori ini secara umum memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang menyangkut struktur media, hubungan media dan masyarakat, hubungan antara media dan khalayak, aspek-aspek budaya dari komunikasi massa, serta dampak komunikasi massa terhadap individu.
Definisi komunikasi yang paling sederhana dikemukakan oleh Bitter (Rakhmat, 2003:188), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people).

Pengertian Komunikasi


Kata komunikasi atau communications dalam bahasa Inggris berasal dari kata latin communis yang berarti “sama,” juga terkait dengan kata comminico, communicatio, atau commicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling disebut sebagai asal-usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata latin lainnya yang mirip (Mulyana, 2001:41).
Jadi, apabila ada dua orang yang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dibicarakan. Kesamaan bahasa yang dipergunakan dalam percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Mengerti bahasa saja belum tentu mengerti makna yang dibawakan oleh bahasa itu. Jelas bahwa percakapan kedua orang tadi dapat dikatakan komunikatif apabila kedua-duanya, selain mengerti bahasa yang dipergunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dibicarakan.
Selain komunikatif kegiatan komunikasi juga haruslah persuasive, yakni agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan dalam melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain-lain.
Menurut Carl I Hovland, ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Jadi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi, melainkan juga pembentukan pendapat (public opinion) dan sikap publik (public attitude) yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan politik memainkan peranan yang sangat penting.
Hovland dalam Effendy mengatakan bahwa “komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behaviour of other individuals)”. (Effendy, 2004:10)
Menurut Harold Lasswell, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Komunikasi memiliki lima unsur, seperti yang dijelaskan pada paradigma Lasswell dibawah ini:
1.        Komunikator (communicator, source, sender)
2.        Pesan (message)
3.        Media (channel ,media)
4.        Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient)
5.        Efek (effect, impact, influence).