Web Toolbar by Wibiya Data Stat: Teori Analisis Statistik

Showing posts with label Teori Analisis Statistik. Show all posts
Showing posts with label Teori Analisis Statistik. Show all posts

Monday, June 23, 2014

Social Influence Theory By Paul F. Lazarsfeld

BACKGROUND
Paul F. Lazarsfeld was born in Viena, Austria, February 13, 1901., He was a son of Robert Lazarsfeld, a lawyer, and Sofie Munk, F. Lazarsfeld Psikologi.Paul this is a mathematics undergraduate at the University of Viena Lazarsfeld also a Graduate sociology of Comunicólogo sociological Austria is one of the most influential social experts in the era of mass. Because kerorisinalnya and unity of ideas, energy and personal attractiveness, productivity and social research he did, his influence in the field of sociology and social research has been the recognition in America and Europe. He has found a variety of theories, and one of them is the Theory of Social Influence.

The Social Influnce Theory originated from the need arises opinion leaders to convey the message to the audience, then along with the development time and the more modern era, the way the messenger conveyed through advertising. The appearance of the message through an advertisement because in order to be more effective and efficient way of delivering the message.

continue read -->

Self Theory By Carl Rogers

BACKGROUND 
This in theory instigated by Carl Rogers, Rogers was a famous writer, Carl Rogers was born on January 08, 1902, in the park, Illinois, a Chicago suburb. The emergence of this theory based on his experience as a therapist who had for years and examine the development of a person's personality based on its customers. 

ESSENCE 
Self theory of bases on the assumption that "human beings are a perfect contrast to other creatures, where humans can accept all the experiences that exist at the time given, whether conscious or unconscious." (Rogers, 1959). Every human being living in the world of personal experience in which he (the I, me, or myself the I, me, or my self) into the center. (Carl Rogers) Humans also evolved to find his true identity. (Hall & Lindzey, 1985; Rogers, 1959). 

continue read -->

Tuesday, December 27, 2011

Teori Analisis Statistik Korelasi (Metode Rank Spearman)


Asumsi yang harus dipenuhi adalah :
1.      Data terdiri dari n pasangan sampel acak hasil pengamatan dapat berupa data numerik atau non numerik.
2.      Setiap pasangan pengamatan menyatakan dua hasil pengukuran yang dilakukan terhadap objek atau individu yang sama.
Langkah Kerja :
1.      Susun data dari n pengamatan secara berpasangan berbentuk : (X1,Y1), , (X2,Y2),…,(Xn,Yn)
2.      Tentukan rank (peringkat) pengamatan X dan Y dari terbesar sampai terkecil
3.      Kalau terjadi nilai-nilai kembar baik diantara X maupun diantara Y, maka rank-rank dari nilai kembar itu menjadi sama dengan rata-rata dari nomor urutannya.
4.      Hitung           Sdi2 =S (R(Xi)-R(Yi))2
      dimana :        R(Xi) = rank pada X untuk data yang ke-i
         R(Yi) = rank pada Y untuk data ke-i  

5.      Kemudian hitung :









Untuk menguji signifansi koefisien korelasi tersebut maka langkah – langkah yang harus diambil adalah :
1.      Tetapkan Hipotesis statistiknya
Misal:
H0 :  Antara variabel X dan variabel Y saling bebas, tidak ada hubungan.
H1:   Antara variabel X dan variabel Y  tidak saling bebas, terdapat hubungan.










Setelah melalui pengujian hipotesis dan hasilnya signifikan, (Ho ditolak), maka untuk menentukan keeratan hubungan bisa digunakan Kriteria Guilford (1956), yaitu :
1. kurang dari 0,20      : Hubungan yang sangat kecil dan bisa diabaikan
2. 0,20 - < 0,40            : Hubungan yang kecil (tidak erat)
3. 0,40 - < 0,70            : Hubungan yang cukup erat
4. 0,70 - < 0,90           : Hubungan yang erat (reliabel)
5. 0,90 - < 1,00            : Hubungan yang sangat erat (sangat reliabel)
6. 1,00                        : Hubungan yang sempurna

SUMBER :
W.J. Conover, Practical Nonparametric Statistics, John Wiley & Sons, New York, 1980
Guilford ,J.P.,  Psychometric Methods , Tata McGraw-Hill  Publishing Company Limited 1979.

Teknik Analisis Tabulasi Silang ( Cross Tab)


Data dikelompokan sesuai dengan variabel yang diteliti. Teknik ini menggunakan statistik deskriptif (Sugiono, 2001: 143). Statistik Deskriptif dapat digunakan bila peneliti ingin mendeskripsikan data sampel. Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data secara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Peneliti menggunakan statistika deskriptif  berupa perhitungan tabulasi silang.
Sedangkan pengukuran yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Likert, Skala Likert menurut Azwar (2001) merupakan suatu skala yang digunakan untuk mengungkap sikap pro dan kontra, positif dan negatif, setuju dan tidak setuju terhadap suatu objek sosial. sehingga baik untuk diterapkan pada penelitian ini.
Dengan penelitian ini, responden diminta untuk mengisi pertanyaan dan yang berbentuk mengungkapkan sesuatu. Data pada setiap jawaban responden digunakan teknis analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hal ini dilakukan dengan perhitungan persentasi, kemudian yang dianalisis hanyalah yang memiliki frekuensi terbesar. Data ditampilkan dengan penyajian tabular untuk kemudian diinterprestasi.
Dalam penelitian kuantitatif, analisi data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan varibel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah (Sugiyono, 2004: 142) sehingga akhirnya dapat disajikan suatu laporan penelitian (research report) dalam bentuk studi kasus yang terefleksi dalam tabulasi silang (cross tabs).

Teknik Analisis Statistik Deskriptif


Dalam menganalisis data hasi jawaban dari responden dilakukan kategorisasi terhadap skor jawaban yang dikupulkan melalui kuesioner penelitian dengan didukung teori-teori yang relevan dengan variable yang diteliti. Kategori skor jawaban responden berguna untuk memberikan gambaran bagaimana pengaruh Pelaksanaan Internal Audit Pemerintah  terhadap Peningkatan Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah.
            Menurut Cooper (2006:476) untuk data ordinal atau data interval/ratio yang memiliki distribusi asimetris, ukuran pemusatan dapat dilakukan melalui distribusi rentang kuartil. Nilai minimum didistribusi adalah 0 dan nilai maksimum distribusi adalah persentil ke-100. Kuartil pertama sama dengan persentil ke-25, kuartil kedua (medium) sama dengan persentil ke-50, dan kuartil ketiga sama dengan persentil ke-75. Pada data diskrit yang berurutan, nilai kuartil I,II,III dapat ditentukan melalui perhitungan sebagai berikut :
·         Kuartil II (medium)         = (skor minimum + skor maksimum) : 2
·         Kuartil I                           = (skor minimum + median) : 2
·         Kuartil III                        = (median + skor maksimum) :2
·         Skor minimum                  = skor terendah x jumlah pertanyaan x jumlah responden
·         Skor maksimum               = skor tertinggi x jumlah pertanyaan x jumlah responden
Setelah nilai kuartil I, II, III diperoleh, selanjutnya data skor tanggapan responden  diklasifikasikan menurut rentang. Kemudian data yang masih berbentuk rentang kuantitatif tersebut diinterpretasikan ke dalam bentuk kualitatif, yaitu dengan menggunakan jenjang kategori :
  1. Kategori sangat rendah, artinya bahwa pengawasan / efektivitas pencapaian tujuan terlaksana dengan tidak optimal. Segala aspek-aspek yang menjadi syarat pengawasan belum terlaksana.
  2. Kategori rendah, artinya bahwa pengawasan / efektivitas pencapaian tujuan terlaksana dengan kurang optimal. Segala aspek-aspek yang menjadi syarat pengawasan belum sepenuhnya dilaksanakan.
  3. Kategori sedang, artinya bahwa pengawasan / efektivitas pencapaian tujuan terlaksana dengan cukup optimal. Segala aspek-aspek yang menjadi syarat pengawasan telah terlaksana, namun belum terlaksana dengan baik.
  4. Kategori tinggi, artinya pengawasan / efektivitas pencapaian tujuan terlaksana dengan optimal. Segala aspek-aspek yang menjadi syarat pengawasan telah terlaksana dengan baik, namun ada yang belum terlaksana secara optimal.
  5. Kategori sangat tinggi, artinya pengawasan / efektivitas pencapaian tujuan terlaksana dengan sangat optimal. Seluruh aspek-aspek yang menjadi syarat pengawasan telah terlaksana secara optimal. 

(Cooper ,2006:476)